Mengenal Reksadana dan Karakteristiknya

Mengenal Reksadana dan Karakteristiknya

Mengenal Reksadana dan Karakteristiknya

Mengenal Reksadana dan Karakteristiknya. Reksadana mungkin bukanlah hal yang asing bagi masyarakat modern, umumnya masyarakat modern lebih pintar dalam mempelajari, memilih dan mengetahui apa itu investasi walau belum semua orang benar-benar paham 100% apa itu Reksa dana, apa saja jenisnya dan bagaimana karakteristiknya.

Reksadana sendiri dalam artinya umumnya adalah wadah yang digunakan masyarakat untuk menghimpun suatu dana. Dana ini nantinya akan dikelola oleh manajer investasi dalam berbagai macam jenis portfolio efek. Contohnya kumpulan surat berharga, obligasi, saham, deposito dan instrumen-instrumen keuangan lainnya.

Kelebihan Reksadana

Kelebihan reksadana adalah adanya diversifikasi investasi. Artinya adalah investasi pada reksadana dapat di pecah atau dibagi ke beberapa instrumen oleh manajer investasi. Contohnya reksadana saham, investasi ini dapat di tanamkan ke beberapa perusahaan bukan satu perusahaan saja.

Nah, dari karakteristiknya secara umum, reksadana dibagi menjadi 4 jenis reksa dana, berikut reksa dana sesuai jenisnya

1. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa Dana Pasar Uang memiliki resiko yang paling kecil dibandingkan dengan Reksa dana lainnya. Biasanya 80% dana yang di investasikan, disimpan atau dikelola dalam bentuk instrumen pasar yang lebih aman seperti deposito bank, obligasi, dll. Keuntungan yang diperoleh dari reksa dana pasar uang relatif singkat sehingga cocok untuk investasi jangka pendek, reksa dana pasar uang juga sangat cocok untuk investor pemula yang baru menggeluti dunia reksa dana dan ingin mencari resiko yang paling minim.

2. Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksa dana yang kinerjanya dipengaruhi oleh acuan suku bunga dari Bank Indonesia. Jika rate bunga BI turun, maka harga obligasi akan naik, apabila harga obligasi naik akan memicu nilai peningkatan nilai reksa dana pendapatan tetap. Reksa dana pendapatan tetap lebih ke stabilitas modal yang dapat terjaga dengan baik, cocok untuk investasi satu hingga tiga tahun kedepan. Reksadana Pendapatan Tetap dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang tetapi memiliki resiko yang dikatakan sedikit lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang.

3. Reksa Dana Campuran

Reksa Dana Campuran dapat dikategorikan reksadana yang resikonya tergolong rata-rata keatas, karena dana investasi akan dikelola oleh manager investasi untuk menyusun instrumen portfolio sesuai yang dikehendaki dan sesuai dengan strategi manager investasi kita. Biasanya instrumen portfolionya berupa saham, obligasi dan pasar uang dengan komposisi tertentu. Perpaduan pengelolaan inilah yang akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, melebihi reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap apabila dapat dikelola dengan tepat. Resikonya sudah cukup jelas memiliki resiko lebih tinggi daripada 2 reksa dana sebelumnya dengan hasil investasi yang dikatakan lebih besar tentunya.

4. Reksa Dana Saham

Reksa Dana Saham termasuk reksa dana yang resiko investasinya diatas rata-rata dan fluktuatif. Memiliki keuntungan paling besar, tetapi juga resiko paling besar. Biasanya 80% modal investasi akan dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk saham sementara sisanya ditempatkan di dalam instrumen pendapatan tetap. Mimin sendiri menyarankan apabila kalian ingin mencoba reksa dana saham alangkah baiknya kalian memiliki dana khusus untuk di investasikan di reksa dana saham guna menjaga stabilitas finansial kalian. Reksa dana saham rata-rata adalah investasi jangka panjang dengan jangkauan waktu investasi lebih dari 5 tahun.

Nah, sekian yang mimin #geruna.id jelasin kali ini, semoga membantu dan selamat berinvestasi!

Sumber diambil dari berbagai media

Read Previous

Oleh-oleh khas kota Probolinggo

Read Next

Saat Paling Baik Untuk Minum Kopi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *